Ini,Pak… Pria yang akan menjaga ku kelak…..

Bapak.., ninggalin aku waktu kecil di Surabaya, sementara Bapak kuliah di London-Inggris..

Bapak.., Pak, gendong aku lewati gang rumah kita yang banjir.. Bus sekolah hendak menjemputku! Ujarku dengan semangat ketika duduk di bangku SD.

Bapak.., yang selalu semangat menyempatkan waktu mengambil raport evaluasi nilai-nilai ku di sekolah. 

Bapak.., dosen kimia yang selalu mengajariku kesulitan melumpuhkan arimatika. 

Bapak.., ketika Guru SMP-ku Pak Sinurat (Guru Matematika) bertanya kepadaku : kamu lebih dekat dengan siapa di keluarga? Aku jawab, aku lebih  dekat dengan Bapak!

Bapak.., yang selalu marah kalau aku pulang telat, yang selalu murka kalau aku tidak menghargai waktu yang ada. Bermain main dengan masa depan, perang bintang lah kalau dirumah..

Bapak.., dulu pernah buang tape compo ku karena aku selalu suka dengar musik kuat2 di kamar, gag perduli apa katamu.. Sambil menangis aku mencoba perbaiki tape ku..

Bapak.., yang setiap minggu selalu mengingatkan:  Ayo ke Gereja, bersyukur seminggu udah dikasi kekuatan dan kesehatan dalam menghadapi pencobaan dunia. Bapak paling marah kalau tau kami gag ke ibadah minggu.

Bapak.., yang kemudian datang ke sekolah diam-diam dan bertanya kepada Guru : Inda gimana? Kegiatannya apa aja kok suka telat pulangnya…Pacaran dia ya? Ckck..

Bapak.., yang hobinya baca koran dan tak menyempatkan satu hari tanpa mengetahui berita. Hal itu pun turun. Tak pelak lagi, aku menunggu majalah TEMPO, GATRA guntingan cover harga miring di simpang sumber sebagai koleksi untuk kita baca sama-sama di rumah.

Bapak.., yang kemudian hanya tersenyum tau anaknya jadi ketua fans CherryBelle di Medan.. Kembangkan bakatmu kalau memank bisa menghimpun orang asal skripsimu berjalan baik, ujarmu menyemangatiku.

Pak, cepat kali waktu berlalu. Dari TK,SD,SMP,SMA lalu tamat kuliah aku anak keduamu bukan anak yang memadai kemampuannya dalam pendidikan, tapi setidaknya aku mampu hadir ditengah-tengah sebagai penyejuk. Mamak bilang, untung Bapak mu keras gag manjain kalian.. Jadinya kalian semua.. Bapakmu paling banyak peran buat kalian bertahan di kerasnya hidup.

Pak, aku udah diperantauan. Jarang bisa berjumpa, aku terlalu sibuk dengan keantusiasanku. Kemegahan cita-cita dan inspirasi membuatku malu untuk terlampau sering pulang. Untuk apa aku sering pulang tapi gag bisa banggakan Bapak, ini semua tempaan dari Bapak..

Pak, aku sudah bicara cita-cita.. Aku sudah berjuang supaya Bapak bangga sama ku. Walau tidak seberapa, tapi aku yakin ini semua berkat bimbingan, doa dan kasih. 

Dan kini aku bicara Cinta,pak.. Aku sudah mengenalkan seorang Pria. Aku memilihnya karena ada namaku di setiap lantunan doa dan masa depannya.. Aku yakin dia kelak menjadi Bapak yang baik. Bapak yang juga akan kelak mengajariku Kasih.  Yang kupilih akan kutanggungjawabkan,pak.. Aku senang kalau Bapak bangga dengan pilihan yang terus ku bawa dalam doa.

Terimakasih Bapakku… Sehat selalu.. Tulisan ini aku buat untuk penambahan usia mu Pak ke-62.. Doamu adalah Restu yang indah 🙂 

     
   

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s